Saturday, June 12, 2010

Pewaris Keturunan Puteri Saadong

: Dapat Gelaran Sri Ratu Saadong Ketujuh

Putri Anis kini Sri Ratu Saadong ke-7


PUTRI ANIS menerima keris daripada Pangeran Norman sebagai tanda pemasyhuran Sri Ratu Saadong Ketujuh di Kota Bharu kelmarin.

KOTA BHARU – Gelaran Sri Ratu Saadong Ketujuh kini secara rasmi disandang Raja Tengku Putri Anis Raja Sazali, 24, yang sebelum ini muncul dengan pengakuan sebagai pewaris keturunan Puteri Saadong, wanita yang menjadi legenda dalam sejarah Kelantan.

Sebuah resort di sini menjadi saksi upacara pemasyhuran gelaran itu pada hari jadinya kelmarin.

Ia adalah simbolik kepada penemuan pencarian salasilah keturunan pemerintah Kelantan silam itu dan berakhirnya sumpahan tujuh keturunan puteri tersebut.

Puteri Saadong yang memerintah Kelantan pada 1667 bersumpah tidak akan menjejakkan kaki ke negeri itu sampai tujuh keturunannya sebelum menghilangkan diri sejurus membunuh suaminya, Raja Abdullah yang berkahwin lagi.

Baginda dikatakan membawa diri ke Indonesia.

Putri Anis telah dimasyhurkan sebagai Sri Ratu Saadong Ketujuh oleh wakil raja nusantara, Kanjen Pangeran Norman Hadi Negoro dan Kanjen Mas’ud Toyyib dari Keraton Surakarta Hadiningrat, Indonesia. Beliau dihadiahkan keris warisan.

Upacara itu disaksikan oleh pewaris-pewaris kesultanan dari pelbagai wilayah Indonesia yang hadir untuk memperakui Putri Anis sebagai pewaris Puteri Saadong yang dikatakan menghilangkan diri ke negara itu.

Upacara bersejarah itu dimulakan dengan keberangkatan masuk 20 raja serta sultan nusantara dari Indonesia dan Kepulauan Papua selain tetamu-tetamu kehormat.

Ibu bapa Putri Anis iaitu Raja Sazali Raja Hasan dan ibunya, Raja Fauziah Syed Yaacob bersama tiga lagi anaknya diiringi masuk ke dewan besar sebelum Putri Anis diiring masuk oleh beberapa ‘dayang’ dan bersemayam di singgahsana berwarna kuning.

Ia disusuli dengan acara pemakaian simbol darjat oleh pemegang amanah waris keenam Puteri Saadong yang juga ibu kepada Putri Anis, di samping pemakaian mahkota oleh Pangeran Norman

No comments:

Post a Comment